Sonder

Dan kemudian kamu penasaran. Adakah seseorang dari ratusan yang berlalulalang tengah mendengarkan studio ghibli di headset mereka. Adakah satu saja dari mereka menyukai band folk yang sama dari negeri entah berantah, Norwegia. Adakah dari mereka yang tahu artinya Sonder. Adakah dari mereka yang mirip dengan mu.

Karna kamu hanya butuh bicara.

Dan mungkin benar. Kamu tidak pernah kesepian saat sendiri. Lebih sering kamu kesepian saat dikeramaian.

Tapi tidak. Mereka punya kehidupan yang sama nyatanya denganmu. Dihuni dengan ambisi, kekhawatiran, kegilaan mereka sendiri.

Seperti menggores pulpen dikertas putih dengan sembarangan lalu bersimpangan. Jutaan persimpangan. Kamu tidak tahu. Kamu hanya muncul beberapa kali. Lalu kamu mengaku pusat tata surya yang kesepian.

Tidak juga.

sonder – n. the realization that each random passerby is living a life as vivid and complex as your own

Iklan

Know how

So basicaly i alienated everyone i crush

And by alienated i mean
I belief they’re alien

Sarah

Episode lain dari “ayo minum kopi di KFC” bersama Sarah tidak akan melibatkan pembicaraan trivia soal teman sekelasnya yang pemalas, atau teman kos nya yang jarang bersih-bersih, atau dosennya yang tak kunjung masuk kelas, atau ojek online yang tidak menyenangkan.

Ini juga tidak akan melibatkan ayam. Hanya segelas kopi yang diseruput karena gelas yang lain diacuhkan oleh pemiliknya yang sedang bicara. Ini adalah TED talk bersama Sarah.

Dia akan bicara soal minimalisme, soal puisi, atau Kura-kura. Topik serampangan yang bisa saja lebih penting dari kuliahku tadi pagi. Karena tentang Sarah, aku mau tahu apa pendapatnya tentang kapitalisme tentang bigfoot tentang makanan jalanan di Thailand. Tentang semuanya.

Aku mau tahu semuanya. Tapi
Karena saat berbicara padaku ia tidak sedang bicara dengan seorang anak lelaki yang malas mandi. Ia sedang bicara dengan 300 orang yang senyap mendengarkan dengan khidmat. Seolah ia memiliki ratusan audien yang menaruh perhatian penuh pada setiap katanya, setiap perubahan ekspresinya, setiap iramanya dan setiap gerak tangannya. Ini pertunjukan yang berjalan dengan baik tanpa usaha yang menyulitkan untukku.

Sayangnya saat ia mengajukan pertanyaan, 300 orang yang duduk rapih mendengarkannya menyusut menjadi satu laki-laki dengan sepatu butut warna abu-abu, Aku. Yang mau tak mau harus menjawab karena dengan segelas kopi berarti aku sudah setuju menjawab pertanyaan apapun yang tiba-tiba muncul untuk membuktikan aku mendengarkan,

“beberapa hal terlihat menyeramkan dan indah pada saat bersamaan, seperti badai, hutan dan laut. tapi apakah bisa kita berhenti mencintai samudra, Dim?”

Dan Sarah. Tidak.

Nadir

Bagaimana jika tanda kehadiran adalah kematian
Kita takut tenggelam dalam hitam dan oranye
Kita takut tak nyata

Tenggelam dalam nada yang merah
Kosong menyelupkan aromanya
Kita mengais-ngais udara
Tapi apa yang ada diatas tiada
Pertanyaanlah dijawab abadi

Kita masih bertanya kapan
Dan takut tak nyata